| Nama merek: | DLX |
| Nomor Model: | Kabel ekstensi termokopel tipe k |
| MOQ: | 5 |
| Ketentuan Pembayaran: | L/C, T/T, Serikat Barat |
| Kemampuan Pasokan: | 300 ton per bulan |
Kabel Ekstensi Termokopel Nikel-Krom Nikel-Silikon Nikel-Aluminium dengan Selubung PVC
1. Pemilihan kabel kompensasi
Kabel kompensasi harus dipilih dengan benar berdasarkan jenis termokopel yang digunakan dan kesempatan penggunaannya. Misalnya, kabel kompensasi dari pasangan tipe-k harus dipilih, dan rentang suhu operasi harus dipilih sesuai dengan situasi penggunaan. Biasanya, suhu kerja kx adalah -20~100 ℃, dengan rentang luas -25~200 ℃. Kesalahan tingkat biasa adalah ± 2,5 ℃, dan kesalahan tingkat presisi adalah ± 1,5 ℃.
2. Koneksi kontak
Usahakan agar sedekat mungkin dengan dua kontak terminal termokopel dan jaga suhu kedua kontak sekonsisten mungkin. Suhu pada titik sambungan dengan terminal instrumen harus sekonsisten mungkin. Di mana ada kipas di kabinet instrumen, titik kontak harus dilindungi agar kipas tidak bertiup langsung ke titik kontak.
3. Panjang penggunaan
Karena sinyal termokopel sangat rendah, pada tingkat mikrovolt, jika jarak penggunaan terlalu jauh, pelemahan sinyal dan interferensi listrik kuat di lingkungan dapat berpasangan, yang dapat menyebabkan sinyal termokopel terdistorsi, menyebabkan pengukuran dan kontrol suhu yang tidak akurat, dan menyebabkan fluktuasi suhu dalam kasus yang parah selama kontrol.
Berdasarkan pengalaman kami, biasanya lebih baik mengontrol panjang kabel kompensasi termokopel dalam jarak 15 meter. Jika melebihi 15 meter, disarankan untuk menggunakan pemancar suhu untuk transmisi sinyal. Pemancar suhu mengubah nilai potensial yang sesuai dengan suhu menjadi arus searah untuk transmisi, dengan kemampuan anti-interferensi yang kuat.
|
Dilengkapi dengan nomor gradasi termoelektrik |
umum(G)
|
tahan panas(H)
|
||
|
Umum
|
Presisi(S)
|
Umum
|
Presisi(S)
|
|
|
S
|
SC-G
|
SC-GS
|
SC-H
|
--
|
|
N
|
NC-G
|
NC-GS
|
NC-H
|
NC-HS
|
|
K
|
NC-G
|
NC-GS
|
NC-H
|
--
|
|
KC2-G
|
KG2-GS
|
KC2-H
|
KC2-HS
|
|
|
KX-G
|
KX-GS
|
KX-H
|
KX-HS
|
|
|
E
|
EX-G
|
EX-GS
|
EX-H
|
EX-HS
|
|
J
|
JX-G
|
JX-GS
|
JX-H
|
JX-HS
|
|
T
|
TX-G
|
TX-GS
|
TX-H
|
TX-HS
|
| ASTM | ANSI | IEC | DIN | BS | NF | JIS | GOST |
| (American Society for Testing and Materials) E 230 | (American National Standard Institute) MC 96.1 | (European Standard by the International Electrotechnical Commission 584)-1/2/3 | (Deutsche Industrie Normen) EN 60584 -1/2 | (British Standards) 4937.1041, EN 60584 - 1/2 | (Norme Française) EN 60584 -1/2 - NFC 42323 - NFC 42324 | (Japanese Industrial Standards) C 1602 - C 1610 | (Unification of the Russian Specifications) 3044 |
Rentang Suhu Kerja
| Diameter/mm | Suhu Kerja Jangka Panjang /ºC | Suhu Kerja Jangka Pendek /ºC |
| 0.3 | 700 | 800 |
| 0.5 | 800 | 900 |
| 0.8,1.0 | 900 | 1000 |
| 1.2,1.6 | 1000 | 1100 |
| 2.0,2.5 | 1100 | 1200 |
| 3.2 | 1200 | 1300 |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||