| Nama merek: | DLX |
| Nomor Model: | Kawat CuNi1 |
| MOQ: | 10KG |
| Ketentuan Pembayaran: | L/C,D/A,D/P,T/T,Western Union |
| Kemampuan Pasokan: | 500 ton per bulan |
Pergeseran energi global menuju solusi energi berkelanjutan dan bersih semakin cepat, dan produksi hidrogen memainkan peran sentral dalam transformasi ini. Elektrolisis, metode produksi hidrogen dengan memecah air menjadi oksigen dan hidrogen, dianggap sebagai salah satu teknologi paling menjanjikan untuk produksi hidrogen bersih. Namun, agar elektrolisis efisien, material yang tepat sangat penting. Di sinilah Kawat Tembaga-Nikel CuNi1 berperan. Dengan ketahanan korosi yang sangat baik, efisiensi tinggi, dan masa pakai yang lama, kawat paduan CuNi1 adalah pilihan ideal untuk aplikasi elektrolisis, terutama dalam produksi hidrogen. DLX bangga menawarkan kawat tembaga-nikel CuNi1 yang memastikan keandalan dan kinerja tinggi untuk proses elektrokimia Anda.
Kawat Tembaga-Nikel CuNi1 direkayasa khusus untuk digunakan dalam elektrolisis hidrogen, proses kunci dalam memproduksi hidrogen hijau. Kombinasi unik tembaga dan nikel pada kawat ini memberikan solusi yang tahan lama dan tahan korosi yang memastikan kinerja optimal dan umur panjang di lingkungan elektrokimia yang keras. Baik Anda bekerja dengan elektroliser skala industri atau aplikasi skala laboratorium, kawat CuNi1 adalah pilihan yang sangat baik untuk meningkatkan efisiensi proses produksi hidrogen Anda.
Di DLX, kawat tembaga-nikel CuNi1 kami diproduksi untuk memenuhi standar tertinggi, menawarkan kustomisasi dan konsistensi di berbagai aplikasi. Mulai dari meningkatkan masa pakai peralatan Anda hingga mengurangi konsumsi energi, kawat CuNi1 kami adalah material terpercaya yang Anda butuhkan untuk proyek elektrolisis Anda.
| Material | Resistivitas 200°C μΩ.m | Suhu Kerja Maks (°C) | Kekuatan Tarik (MPa) | Titik Leleh (°C) | Kepadatan (g/cm³) | TCR *10²²/°C (20-600°C) | EMF vs Cu (μV/°C) (0-100°C) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| CuNi1 | 0.03 | 200 | 210 | 1085 | 8.9 | <100 | -8 |
| CuNi2 | 0.05 | 200 | 220 | 1090 | 8.9 | <120 | -12 |
| CuNi6 | 0.1 | 220 | 250 | 1095 | 8.9 | <60 | -18 |
| CuNi8 | 0.12 | 250 | 270 | 1097 | 8.9 | <57 | -22 |
| CuNi10 | 0.15 | 250 | 290 | 1100 | 8.9 | <50 | -25 |
| CuNi14 | 0.2 | 300 | 310 | 1115 | 8.9 | <30 | -28 |
| CuNi19 | 0.25 | 300 | 340 | 1135 | 8.9 | <25 | -32 |
| CuNi23 | 0.3 | 300 | 350 | 1150 | 8.9 | <16 | -34 |
| CuNi30 | 0.35 | 350 | 400 | 1170 | 8.9 | <10 | -37 |
| CuNi34 | 0.4 | 350 | 400 | 1180 | 8.9 | 0 | -39 |
| CuNi44 | 0.5 | 400 | 420 | 1200 | 8.9 | <-6 | -43 |
| Kawat | 0.08-7.5mm |
| Pita | (0.05-0.35)×(0.5-6.0)mm |
| Strip | (0.50-2.5)×(5-180)mm |
| Batang | 8-50mm |
Permintaan hidrogen, terutama hidrogen hijau, meningkat seiring negara-negara berupaya memenuhi tujuan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Hidrogen muncul sebagai alternatif bersih untuk bahan bakar fosil, dengan elektrolisis memainkan peran sentral dalam pergeseran ini. Material yang digunakan dalam sistem elektrolisis menjadi semakin penting untuk memastikan produksi hidrogen yang efisien dan berkelanjutan.
Adopsi sel bahan bakar hidrogen yang terus meningkat dalam transportasi, pembangkit listrik, dan manufaktur berat semakin mendorong permintaan material berkinerja tinggi seperti kawat tembaga-nikel CuNi1. Kemampuan kawat ini untuk menahan lingkungan yang keras, mempertahankan konduktivitas, dan memastikan kinerja jangka panjang memposisikannya sebagai pilihan utama untuk industri hidrogen.
Seiring elektroliser terus berkembang dan meningkat skalanya, material seperti kawat tembaga-nikel CuNi1 akan sangat penting dalam memajukan ekonomi hidrogen. Ini menawarkan solusi yang hemat biaya dan berkelanjutan yang memenuhi kebutuhan yang meningkat akan material berefisiensi tinggi dalam sistem elektrolisis.